expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Sabtu, 28 Desember 2013

Melihat cuaca yang begitu mendung.
Pertanda akan turunnya hujan.
Dimana pohon-pohon yang kering menjadi tumbuh subur dengan adanya hujan.

Engkau sebagai paru-paru dunia.
Engkau sebagai tempat tinggal hewan liar.
Tetapi, banyak orang yang telah menyakitimu.
Menebang liar, membakar dan masih banyak yang lain.

Betapa bodohnya diriku untuk menyakitimu.
Yang setiap harinya hidupmu Asri, nyaman dan sejuk.
Tetapi sekarang semuanya sudah habis tak terkira.

Hanya ada satu makhluk yang masih hidup.
Dimana semua saudaramu telah dimusnahkan.
Engkau berada di tempat yang aman.
dan sekarang pun kekejaman yang menimpa saudaramu telah usai.

Kini hidup dimulai dari nol.
Sekarang akan kutanam kau untuk memberi perubahan bagi generasi masa yang akan datang.
Engkau sangat beruntung dapat hidup, setelah saudaramu telah dimusnahkan.
Ku akan selalu menjagamu, sebagaimana aku menjaga orang tua yang telah melahirkanku sejak kecil.

Sekarang hidupmu sudah bebas dari tangan para penjahat.
Dimana yang suka mengganggu saudara-saudaramu.
Kau akan tenang di alam ini, Kau harus kuat bila aku telah tiada.
Tetapi aku selalu berada di sampingmu, sebagaimana mestinya orang tuaku berada disampingku selalu dimana ia berada.

Karya : Gregorius Eka Cipta, 2013, Surabaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar