expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Jumat, 10 Januari 2014


RENUNGAN BUAT KITA

Dalam hidup ini, terdapat masalah dan cobaan.
sering kali mendapat cobaan yang sulit.
Terkadang kita mendapat cobaan yang mudah.
Tetapi semua itu ada jalannya.

Akupun tak sanggup, menjalani ini semua.
Tetapi apa boleh buat.
Semua itu harus dijalani dengan seiring waktu.
Pasti ada jalan keluar di setiap cobaan yang ada.

Tak kusangka,
Hidupku seperti ini.
Mungkin, ini semua adalah sebuah cobaan.
Tetapi, kenapa cobaan muncul setiap masalah selesai.

Tatkala ku menjatuhkan air mata.
Karena melihat cobaan yang merajalela, menghambatiku.
Apa aku bisa melewati itu semua.
Apa aku kuat menghadapi itu semua.

Pesan-pesan yang dikirim oleh Malaikat.
Akhirnya pun ku bisa menyelesaikan masalah dengan perlahan.
Dari masalah yang berat kemudian ke masalah yang sukar.
Akupun mengerti bahwa ini adalah arti kehidupan yang sebenarnya.

Karya 


Gregorius Eka Cipta AR.

Kamis, 09 Januari 2014


Pengoreksian dalam diri sendiri 
Hari demi hari
Kulalui itu dengan suatu usaha
Usaha dan doa dengan beberapa harapan 

Dimana-mana, semua terlihat susah
Walaupun susah tersebut ada jalannya
Jalannya dengan meminta kepada Tuhan

Waktu terus berjalan
Tanpa lelah ku berusaha semampu saya
hingga berhasil menggapai cita-cita

Aku akan sangat bangga sendiri
Jika itu semua dilakukan dengan baik

Tetapi, selama ini dilakukan dengan tidak baik
Lantas ku tidak percaya bahwa hasil seperti ini
Tetapi, diriku yakin betul bahwa kesalahan dapat diperbarui

Suatu hal yang salah di waktu lalu
Itu membuat pelajaran buat diriku
Tetapi, semua itu sekarang telah berubah
Akupun beranjak memikirkan masa depan yang lebih baik
Supaya hidupdengan enak, tentram, makmur dan asri.

Created By :


Gregorius Eka Cipta AR.

Minggu, 05 Januari 2014

Presiden Gelar Rapat Terbatas Bahas Kenaikan Harga Elpiji



SURYA Online, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menggelar rapat terbatas (ratas) di Bandara Halim Perdana Kusuma, Minggu (5/1/2014) siang. Presiden memanggil sejumlah menteri terkait dan Wakil Presiden Boediono untuk menyikapi reaksi masyarakat terkait keputusan Pertamina yang menaikkan harga gas Elpiji 12 kilogram seesar 68 persen.
"Wapres akan melaporkan kepada Presiden hasil ratas kemarin di Halim pukul 11.30 ini," ujar Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, saat dihubungi, Minggu pagi.
Kemarin, Wakil Presiden Boediono telah memanggil pihak Pertamina untuk menjelaskan soal kenaikan harga Elpiji. Setelah lebih dari tiga jam rapat, Boediono belum mau memaparkan kepada masyarakat keputusan pemerintah soal kenaikan harga gas elpji 12 kilogram. Menurutnya, hasil rapat itu akan disampaikan terlebih dahulu kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Bandara Halim Perdanakusuma dalam rapat terbatas.
Boediono hanya menjelaskan, ia bersama Pertamina dan MenteriKoordinator Perekonomian Hatta Rajasa telah membahas secara mendalam dari berbagai segi, baik dari segi pelaksanaan, hambatan di lapangan, ketersediaan, serta distribusi.
"Tapi kami juga mendengarkan laporan dari masyarakat. Kami juga mengecek aspek lain, dari pandangan para menteri. Dan akhirnya kita menyimpulkan sesuatu laporan yang nanti kita sampaikan ke Presiden," ujar Boediono, seusai rapat dengan Pertamina.
Boediono hanya berpesan, untuk saat ini pasokan gas elpiji harus tersedia.
"Sementara, kita amankan suplai, jangan sampai ada kekurangan," katanya.
Melalui akun Twitter-nya, Presiden SBY juga mengkritik kebijakan Pertamina menaikkan harga gas Elpiji non subsidi 12 kilogram. Presiden menilai, Pertamina seharusnya terlebih dulu berkoordinasi dengan pemerintah sebelum memutuskan menaikkan harga. Kebijakan yang membawa dampak luas ini tidak dikoordinasikan dengan baik dan persiapannya pun juga kurang. Sehingga, lanjutnya, meski kebijakan menaikkan harga adalah kewenangan Pertamina, pemerintah memutuskan untuk turun tangan karena menyangkut hajat hidup orang banyak.
Presiden meminta Wapres untuk melaporkan hasil rapat dengan Dirut Pertamina kemarin dan meminta solusi yang pro rakyat. Kicauan di akun Twitter @SBYudhoyono ini ditulis langsung oleh Presiden SBY, Minggu ( 5/1/2014 ) dini hari.
Seperti diberitakan, Pertamina per 1 Januari 2014 menaikkan harga elpiji nonsubsidi tabung 12 kg sebesar 68 persen atau Rp 3.959 per kg. Dengan harga itu, maka kenaikan per tabung elpiji 12 kg menjadi Rp 117.708 per tabung. Sebelum kenaikan, harga pertabung Rp 70.200.

Harga Elpiji 12 Kilogram Dinaikkan, Permintaan Menurun 20 Persen



SURYA Online, NGAWI - Dampak dari kenaikan harga elpiji ukuran 12 kilogram yang diberlakukan Pertamina sejak 1 Januari 2014, memicu penurunan permintaan elpiji 12 kilogram dari kalangan konsumen hingga mencapai 20 persen per hari.
Hal ini disebabkan, selain terlalu tingginya kenaikan hingga hampir mencapai 50 persen, juga disebabkan adanya biaya transportasi yang dibebankan ke agen dan konsumen.
Penurunan permintaan elpiji 12 kilogram itu salah satunya seperti yang terjadi pada Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Desa Prandon, Kecamatan/Kabupaten Ngawi. Sejak adanya kenaikan harga elpiji ukuran 12 kilogram, sejumlah agen elpiji mulai mengurangi permintaannya.
Jika dalam sehari biasanya SPPBE Prandon mampu menghabiskan 25 ton gas elpiji untuk tabung ukuran 12 kilogram, kali ini menurun menjadi 20 sampai 23 ton sehari atau mengalami penurunan sekitar 20 sampai 25 persen per hari.
Manager SPPBE Ngawi, Hendro Suprobo mengatakan jika harga elpiji 12 kilogram secara resmi dinaikkan menjadi Rp 125.100 per tabung. Akan tetapi dengan biaya transpor dibebankan ke agen maka di lapangan dan pasarannya bisa mencapai Rp 140.000 atau lebih.
"Sudah mengalami penurunan permintaan sekitar 20 persen atau lebih sejak ada kenaikan harga khusus elpiji 12 kilogram per 1 Januari," terangnya kepada Surya, Minggu (5/1/2014).
Lebih jauh, Hendro mengungkapkan kenaikan harga elpiji ini disebabkan Pertamina mengalami kerugian akibta harga yang ditetapkan sebelumnya.
"Kalau ditingkat agen kenaikan harga menjadi Rp 140.000 an karena biaya transpor dibebankan ke agen dan konsumen," ungkapnya.
Sementara dampak lainnya, selain penurunan permintaan elpiji ukuran 12 kilogram, juga akan berdampak pada kenaikan permintaan elpiji ukuran 3 kilogram. Pasalnya, konsumen akan lebih memburuh elpiji 3 kilogram yang harganya jauh lebih murah dan lebih terjangkau dibandingkan harga elpiji 12 kilogram itu.
"Karena awalnya elpiji 3 kilogram hasil konversi merupakan hasil subsidi. Itu otomatis akan terjadi peralihan dari penggunaan elpiji 12 kilogram ke 3 kilogram," pungkasnya.

berita diambil dari website : http://surabaya.tribunnews.com/2014/01/05/harga-elpiji-12-kilogram-dinaikkan-permintaan-menurun-20-persen#

Jumat, 03 Januari 2014

Harga Elpiji Melonjak, Rawan Penyelewengan di Jatim



SURYA Online, SURABAYA – Kenaikan harga elpijiberdampak pada beberapa hal. Selain banyak protes, juga berpotensi terjadi penyelewengan.
Termasuk penimbunan, pengoplosan, dan beberapa potensi penyelewengan lain.
Kapolri Jendral Sutarman menyampaikan, setiap kebijakan yang berhubungan dengan publik, selalu mengakibatkan dampak. Termasuk dampak sosial dan sebagainya.
“Intel sudah disebar di tengah-tengah masyarakat untuk memonitor dan mendeteksi kemungkinan apa yang bakal muncul. Kemudian, dilakukan antisipasi dengan mengambil langkah-langkah tepat dalam penanganan,” kata Kapolri saat berada di Polda Jatim, Jumat (3/1/2014).
Selain potensi penyelewengan, juga ada potensi protes-protes yang mengakibakan pergolakan hingga jatuh korban.
Potensi terjadinya penyelewengan itu juga rentan terjadi di Jawa Timur.
Karena itulah, Polda Jatim langsung membentuk tim khusus untuk memantau kemungkinan-kemungkinan adanya penyelewengan.
Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono membentuk Tim Khusus dari Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) yang telah disebar ke berbagai lini.
Namun, sejauh ini belum ada laporan terkait aksi-aksi penyelewengan paska kenaikan harga elpiji.
Demikian halnya disampaikan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta saat ditemui di Polda Jatim.
“Kita terus memantau. Dan sejauh ini belum ada laporan terkait penyelewengan elpiji di Surabaya,” jawab Setija

Ayam SMA Ini Juara Kelas dan Berharap Bisa Kuliah



SURYA Online, MALANG - Kalau saya tidak bekerja  seperti sekarang ini (menjadi purel sebuah klub malam), saya nggak bakalan bisa menyelesaikan sekolah. Padahal saya ingin melanjutkan kuliah
Kalimat itu meluncur dari bibir Silvi, pekerja seks SMA yang sehari-hari menjadi purel (pemandu lagu) di sebuah rumah karaoke di kawasan Agrowisata, Batu.
Selain Silvi, masih ada dua siswi SMA lainnya,  yang bekerja di tempat dugem itu.
Silvi anak kedua dari empat bersaudara. Sejak setahun terakhir, dia memilih tinggal di kos-kosan jauh dari orang tuanya.
Kepada keluarganya, Silvi mengaku bekerja sebagai  pelayan cafe.
Dia harus bohong karena keluarganya bakal murka bila tahu profesi Silvi yang sesungguhnya.
Silvi masih tercatat sebagai siswi kelas 12 di sebuah SMK. Dia terjun di dunia hiburan malam saat masih duduk di kelas 11.
Awalnya dia diajak teman mainnya yang juga masih sekolah.
“Saya freelance dulu di sebuah cafe di Malang. Teman yang ngajak,” akunya.
Dia dibina seorang germo laki-laki berusia 28 tahun. Si germo itulah yang membuat Silvi kemudian ikut menjadi ayam, bukan sekedar purel (pemandu lagu).
Di mulai ketika si germo memetik mahkotanya.  Dia tidak bisa menolak lantaran takut tidak diberi pekerjaan.
Kini, di usianya yang baru 16 tahun, Silvi sudah tidak canggung  menemani tamu. Tapi tidak setiap hari ada tamu yang membookingnya. 
Kalau sepi booking, Silvi kembali menjadi pemandu lagu. Ini pekerjaan rutin, yang dijalani hingga dini hari.
Cukup lelah memang. Tapi  Silvi tidak mau rasa lelah itu membuatnya lupakan sekolah.
Sebaliknya, kerja lelah itu yang selama ini menjaga tetap semangat bersekolah.
Kata Silvi,  keinginan menyelesaikan sekolah menjadi alasan hingga rela terjun di dunia hitam.
“Saya ingin sampai kuliah. Sekarang lagi kumpulin modal sendiri. Doakan mudah-mudah bisa kesampaian,” katanya.
Di sekolah, Silvi mengaku tidak menonjol. Dia bergaul seperlunya.
Namun, urusan akademik, Silvi berani diadu. Dia tidak pernah keluar dari zona lima besar di kelasnya, sebuah prestasi yang tidak buruk untuk seorang siswi yang waktu dan energinya banyak terkuras di dunia malam.
“Saya di sekolah biasa saja. Tidak dandan. Makanya banyak yang canggung kalau saya dandan. Pernah ada teman sekolah saya datang ke tempat karaoke. Untung dia tidak mengenali saya saat memilih pemandu lagu,” ujarnya seraya tersenyum simpul.

NB : HATI-HATI KAWAN JANGAN SAMPAI TERPENGARUH OLEH HAWA NAPSU YANG ADA DALAM DIRI KITA
Coming Soon RIO 2
it's amazing...